Sabtu, 10 Januari 2009

“THE SECRET” yang saya alami

Referensi dari film “The Secret”

Impian itu hanyalah sebuah imaginasi atau khayalan seseorang yang belum tentu akan menjadi sebuah kenyataan. Saya selalu berpikir, untuk apa dalam hidup ini kita mempunyai sebuah mimpi. Kehidupan hanyalah sebuah kehidupan, tidak akan terjadi yang semu dalam roda kehidupan ini. Itulah awal dimana semua kejadian itu terjadi. Kejadian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Aktifitas saya sehari-hari hanyalah seorang mahasiswa dan anak muda yang bisa dikatakan “uring-uringan” . Saya orang yang suka membaca buku, bertemu dengan orang dan terkadang mencari kerjaan sampingan untuk menambah uang saku. Suatu hari, saya berniat untuk mengunjungi salah satu kaka kelas di kostannya. Hanya untuk sekedar berbincang-bincang mengenai tugas-tugas mata kuliah. Ketika saya sampai di kostannya, ternyata dia tidak ada. Lalu saya menghubunginya melalui sms. Dia membalas sms saya, yang isinya bahwa dia ada di Alun-alun bandung sedang mencari sebuah film. Terpaksa saya menunggu dia pulang.

Pada saat dia tiba di kostan, saya langsung menyapanya. Kemudian kami berbicara cukup lama di kostan. Yang kami bicarakan hanya tentang mata kuliah. Sampai pada akhirnya saya menanyakan film apa yang sedang dia cari tadi. Dia mengatakan bahwa dia sedang mencari film yang direkomendasikan oleh salah seorang dosen. Dosen itu bernama Agustinus, kami biasa memanggilnya Pa Agus. Beliau bisa dikatakan dosen yang ramah, lucu dan selalu memberikan arahan yang sangat berguna bagi mahasiswanya. Film yang beliau rekomendasikan untuk ditonton adalah “The Secret”. Pada awalnya saya bertanya-tanya dalam benak saya, film apa ini, sampai-sampai Pa Agus menyarankan untuk menonton film ini. Waktu itu saya sama sekali tidak berminat untuk menontonnya, sehingga setelah saya bertanya kepada kaka kelas, saya langsung pulang.

Selang beberapa minggu, saya bertemu dengan kaka kelas itu lagi. Lalu saya bertanya kepada dia tentang film “The Secret”. Dia mengatakan “ah, filmnya gitu-gitu ja, Cuma bkin suntuk”. Seperti yang saya duga sebelumnya, film itu akan membuat saya bosan jika saya menontonya.

Secara tidak sengaja, saya melihat acara siaran ulang “OPRAH” di metro tv. Mereka membahas tentang film “THE SECRET” beserta isi dari bukunya. Didalamnya membahas tentang bagaimana cara berpikir orang-orang sukses dan cara menggapai impian yang sukses bagi mereka. Dalam hati saya tertawa, bagaimana mungkin mimpi bisa diraih hanya dengan sebuah pikiran. Kalau kita punya keinginan, ya tinggal berusaha saja untuk mendapatkannya. Kemudian setelah saya menonton acara tv itu, saya sengaja pergi ke kota kembang Bandung untuk membeli beberapa film. Film yang saya suka adalah film-film horor. Pada saat di kota kembang saya berkeliling-keliling di setiap stand-stand penjual dvd. Maklum, karena saya mahasiswa yang uangnya pas-pas-an, jadi saya beli dvd bajakan. Wajar donk!

Disinilah gejala awal yang aneh dari hari “The Secret” yang saya alami dimulai. Disetiap stand yang saya kunjungi, penjual-penjual itu menawarkan film “The Secret” kepada saya. Saya berulang kali menolaknya sebab saya yakin filmnya membosankan. Penjual-penjual dvd tersebut hanya menawarkan film “The Secret” kepada saya. Padahal masih banyak film yang sekiranya lagi booming waktu itu. Konsumen yang lain pun tidak ditawari, hanya saya yang ditawari film”The Secret”. Sampai akhirnya saya pulang dan tidak jadi untuk membeli satu film-pun. Karena tidak ada acara yang menarik di tv, akhirnya saya pergi ke rental dvd untuk pinjam beberapa film. Ternyata semua film yang menarik sedang di pinjam. Pemilik dari rental dvd menawari film “The Secret” kepada saya secara gratis. Karena tidak ada pilihan lain, ya sudahlah saya terpaksa menerima tawarannya.

Sesampainya di rumah, saya lalu menonton film itu. Pada awalnya saya terkesima melihat berbagai pengalaman orang dan cara berpikir mereka yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kemudian saya melihat salah satu bagian dimana seseorang menempelkan gambar tempat-tempat indah di dunia yang ia ingin kunjungi, di dinding kamar tidurnya. Setiap dia mau tidur, dia selalu melihat gambar-gambar tersebut. Dan pada akhirnya keinginannya itu terwujud dengan tidak terduga. Saya waktu itu hanya kaget melihat ceritanya, dan bertanya-tanya. Saya semalaman hingga tidak bisa tidur memikirkan hal tersebut. Lalu saya berdoa kepada tuhan untuk diberikan petunjuk.

Keesokan harinya, hati kecil saya berkata “try it, try it, try it.....”. Baik saya akan mencoba hal tersebut. Lalu saya buka komputer dan mulai memilih apa saja yang saya inginkan dalam mimpi saya. Ada 6 gambar yang saya pilih dan di print di sehelai kertas, diantaranya, 1. Laptop, 2. gambar wanita yang menjadi spesifikasi idaman saya, 3 gambar orang berdasi (business man), 4. mobil, 5. motor racing, 6. rumah. Lalu saya tempelkan gambar itu di dinding kamar tidur saya. Setiap malam saya melihat mereka secara berurutan, dari no 1 hingga no 6. Selama tiga bulan saya melakukan hal tersebut dan tidak ada hal-hal yang aneh.

Singkat cerita, pada suatu hari saya ingin memiliki laptop sendiri dari hasil tabungan saya. Waktu itu saya hanya memiliki uang kurang lebih Rp 3 juta. Saya sudah memutuskan untuk membeli laptop pada hari itu. Saya tidak berlebihan dalam keinginan saya, yang penting laptopnya bisa dipakai ngetik walaupun yaaaaa...... pentium 3, it’s okay. Rencananya saya pergi sore hari bersama teman. Ternyata, pada saat saya mau berangkat untuk membeli laptop, hujan besar tiba-tiba datang. Lalu teman saya menyarankan untuk menunggu reda. Jam 6 malam, hujan sudah mulai berhenti. Setelah saya berbenah, kami siap untuk berangkat. Dengan posisi pantat sudah diatas jok, ternyata motor tidak mau menyala. Karena di antara kami tidak ada yang mengerti tentang motor, kamipun tidak jadi berangkat. Dalam benak saya, mungkin ini yang terbaik bagi saya.

Dengan hati sedikit frustasi, saya lalu pergi tidur. Lalu saya bermimpi, kaka kedua saya pulang. Dengan membawa sebuah kotak yang saya kira itu PIZZA. Secara tidak sengaja saya langsung terbangun, dan mendengar suara yang sedikit ramai di ruang keluarga. Saya lalu pergi ke ruang keluarga dan melihat kaka saya membawa sebuah kotak seperti kotak PIZZA. Saya berpikir, kebetulan banget nih! Pada saat kotak itu dibuka, ternyata isinya laptop. Pertamanya saya “bengong 1000 bahasa! Apa ini maksudnya?”

Kaka saya lalu berkata” nih laptop, mau”. Saya kaget mendengar kata-kata sakral itu. Saya lalu bertanya, “kenapa saya dibeliin laptop? Laptop ini kan harganya mahal”. Kaka saya lalu menjelaskan bahwa laptop itu punya teman dia di tempat kerjanya. Baru dibeli 2 minggu yang lalu dan belum sering dipake, hanya beberapa kali dinyalakan. Karena “size” nya yang besar dan cukup merepotkan untuk orang sibuk seperti dia, maka dia menjualnya. Harga yang dia tawarkan kepada kaka saya yaitu 25% dari harga aslinya. Lalu saya hitung-hitung, hanya sekitar 2,3 jutaan. Lalu saya sepakat untuk membelinya dengan uang tabungan saya. Ketika saya mengambil uang tabungan saya, lalu memberikannya kepada kaka saya, kaka hanya menggelengkan kepalanya sambil melempar uang yang saya berikan ke tangan saya. Saya lalu bertanya maksud dia ini apa. Dia bilang, “simpan aja uangnya buat tabungan kamu, anggap aja n laptop hadiah dari kaka, itung-itung zakat untuk bulan ini”. Saya diam 9999 bahasa. Lalu saya membawa laptop itu ke kamar dan memandanginya. Saya tidak bisa berkomentar waktu itu, bentuk serta warnanya mirip dengan gambar laptop yang saya pajang. Saat itu, saya hanya mengucapkan sujud syukur kepada tuhan dengan berlinang “one liter of tears”.

Selang beberapa minggu, saya mencoba untuk melupakan kejadian yang aneh bin AJIB itu. Tapi saya selalu melakukan aktivitas seperti biasanya. Salah satunya tetap memandangi gambar-gambar di dinding satu-persatu sebelum tidur. Tapi setelah saya mempunyai laptop, saya mulai dari gambar no 2 hingga seterusnya.

Inilah kejadian “The Secret” yang kedua. Tiba-tiba suatu malam, ada yang miscall hp saya. Awalnya saya tidak tahu ini no hp siapa. Kemudian orang yang miscall tersebut, mengirim sms kepada saya yang intinya dia mengajak untuk berkenalan. Saya bertanya kepada dia, darimana dia mendapat no hp saya. Dia lalu memberitahu saya bahwa dia hanya iseng, memutar-balikan no hp saya, dan ternyata nyambung ke no saya.

Saya mengecek no hp dia, ternyata angka-angkanya mirip dengan no hp saya, hanya berbeda urutan. Lalu kami pun mulai saat itu saling berhubungan melalui sms. Pada akhirnya, dia mengajak saya untuk chatting di hari sabtu, sambil menggunakan web-came agar kami bisa saling melihat wajah kami. Awalnya saya tidak mau karena malu, saya sadar bahwa wajah saya seperti dalam dongeng “Beauty and the beast” (bayangkan ja sendiri lah). Tapi dia tetap memaksa. Akhirnya dengan berat hati, saya mau. Dengan detak jantung yang berdebar-debar, saya lalu chating dengan dia. Saat saya melihat wajahnya, saya terhentak beberapa detik. Wajahnya hampir mirip dengan wajah wanita yang saya idam-idamkan seperti yang ada di gambar dingding saya. Lalu dia pun melihat kepada saya, sambil mulai mengirim chat kepada saya. Di dalam kotak chat dia berkata bahwa wajah saya lucu dan tidak jelek. Saat itu debar jantung saya mengirimkan sinyal kuat untuk melanjutkan chatting itu. Kamipun mengobrol di dalam ruang chatting cukup lama. Setelah selesai chatting, saya pun langsung pulang dan pergi ke kamar tidur. Saya heran dengan apa yang telah terjadi. Tapi apa mau dikata, semuanya ini tuhan yang tahu jawabannya.

Sampai saat ini kami terus melakukan contact baik melalui handphone ataupun internet. Dia pun sering curhat kepada saya jika ada unek-unek di hatinya dan terkadang dia mengatakan suka kepada saya, karena dari contact-contact ini kita bisa saling berbagi cerita dan mengisi satu sama lain. Saya tidak terlalu berharap apa-apa, biarkan tuhan yang menakdirkan hubungan kami akan sampai dimana.

Semenjak itu, saya mulai memahami arti sebuah mimpi. Mimpi itu bisa diwujudkan, asalkan kita mau untuk mewujudkannya. Dan ingat “KITA HARUS SELALU BER-POSITIVE THINGKING DALAM HIDUP INI”.

Cerita ini mungkin belum berakhir, karena masih ada 4 mimpi lagi yang belum terwujud. Saya akan selalu menambah cerita ini jika ada salah satu sisa dari ke 4 mimpi itu terwujud. Semoga cerita ini bermanfaat bagi para pembaca.............................................................TO BE CONTINUED